0

Proses terjadinya Hujan Es

Air adalah salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Dan bagi manusia sendiri, keberadaan air sangat erat kaitannya sebagai salah satu sumber untuk kelangsungan kehidupan, baik dalam segi internal maupun eksternal yang sebenarnya di luar tubuh manusia. Dan kalau bicara mengenai air, hujan secara harfiahnya merupakan sejumlah air yang turun dan membasahi suatu wilayah tertentu.

Sekedar untuk menambah pengetahuan, proses terjadinya hujan karena adanya pengaruh dari proses panas oleh gerak sekelompok fluida dari sebuah daerah ke daerah lainnya yang terjadi di atmosfir bumi juga termasuk lautan. Seluruh air-air yang ada, baik itu air laut, air sungai, dan sebagainya akan mengalami proses penguapan yang diakibatnya adanya panas matahari sehingga terjadi penguapan. Kemudian, air tersebut menjadi uap yang melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak ke langit bersama uap air yang lainnya. Kemudian uap air tersebut akan mengalami proses pemadatan (kondensasi) yang akan membentuk awan. Karena terdorong oleh angin, awan-awan tersebut saling bertumpuk dan membesar. Lalu menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin, dan akhirnya membentuk butiran air atau es.

Bobot yang terlalu berat sehingga akhirnya angin tidak mampu lagi mendorong, kemudian butiran-butiran tersebut jatuh ke permukaan bumi. Karena semakin rendah, kemudian terjadi perubahan suhu maka butiran es akan mencair. Tetapi jika suhunya rendah, maka akan tetap turun menjadi es / salju.

Di atas adalah Proses terjadinya hujan. Tapi kamu pasti tahu kan bahwa Negara kita ini yang seringkali dan bahkan umum terjadi dari hujan adalah air yang turun. Bukan hanya bisa terjadi pada daerah bersuhu dingin, tetapi selain itu mungkin kamu pernah mendengar mengenai hujan es. Ya, misalnya seperti di wilayah Jakarta kamu pernah melihat atau mendengar terjadi hujan es. Atau mungkin di daerah-daerah lainnya, termasuk di daerah lainnya dan kamu pernah melihatnya sendiri bahwa yang terjadi bukanlah air yang turun, melainkan es.

Proses terjadinya Hujan Es

Kenapa sih bProses terjadinya hujan esisa terjadi hujan es di suatu daerah Indonesia? Sebelumnya nih, proses terjadinya hujan es sama seperti tulisan di atas. Namun butiran es yang jatuh ke bumi berukuran besar. Jadi meskipun telah terjadi perubahan suhu ketika butiran es jatuh pada permukaan atau daerah yang relatif bersuhu hangat, proses pencairannya tidak berlangsung secara sempurna. Kecepatan gravitasi bumi tidak sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk butiran es yang jatuh ke bumi, karena itulah terjadinya hujan es. Hujan es bukan hanya dapat terjadi pada daerah yang memiliki iklim sub tropis. Tetapi juga bisa terjadi pada daerah-daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa, atau ekuator. Termasuk beberapa daerah di Indonesia.

Jadi, bagi kamu yang pernah atau tiba-tiba mengalami hujan es jangan khawatir ya. Karena hal tersebut adalah fenomena alam yang biasa. Biasanya hujan es terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Rata-rata sekitar 3 sampai dengan 5 menit. Yang terpenting saat terjadi hujan es adalah, kamu harus sesegera mungkin mencari tempat perlindungan untuk melindungi kepala kamu agar tidak memar atau terluka akibat butiran-butiran es yang jatuh.

Sumber gambar : tribunnews

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Rara

Reading, Browsing, writing, and also as contributor here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *